- Nanik S. Deyang Telah Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN
- Polisi Grebek Pabrik Narkoba Jenis Karisoprodol di Kota Semarang
- 3 Juta Konten Judol Resmi di Blokir Oleh Komdigi
- Presiden Prabowo Subianto Akui Kopdes Merah Putih Jadi Dongkrak Ekonomi Nasional
- Wamen HAM Akui Terdapat 122 Ribu Pengungsi di Papua, Berikut Penjelasannya
Polisi Mengatakan Perampok Di SPBU Pada Siang Bolong Menggunakan Senjata Api Rakitan
Beritaterkini.biz – Berita Terkini, Polisi menduga senjata api yang digunakan oleh perampok di SPBU, Cengkareng, Jakarta Barat adalah senjata api rakitan. Polisi mengatakan senjata api itu yang dipakai untuk menembak korban yang bernama Davidson Tantono hingga tewas.
“Kemungkinan senjata api yang digunakan pelaku adalah senjata api rakitan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Andi Adnan.
Andi juga mengatakan kejadian ini adalah murni sebuah perampokan. Sampai dengan saat ini, polisi terus melakukan pengejaran terhadap keempat orang yang diduga menjadi komplotan pelaku perampokan.
“Kejadian ini murni sebuah perampokan,” ucapnya.
Davidson diketahui tewas ditembak dari jarak 1 meter. Namun polisi tidak menemukan selongsong peluru di lokasi kejadian.
“Tidak ada ditemukan,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Andi Adnan Kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (9/6/2017).
Sekumpulan perampok merampok dan menembak Davidson hingga meninggal di depan SPBU Jembatan Gantung, Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul 13.30 WIB Jumat (9/6). Pelaku sudah mengikuti korban sejak korban dari bank, pada saat mengambil uang untuk pembayaran nasabah. Pelaku kemudian diduga menyabotase ban mobil korban.
Jenazah Davidson yang sebelumnya diletakan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, dibawa ke pihak keluarga pada hari Jumat malam. Salah seorang kerabat Davidson, Ardi, mengatakan jenazah dibawa ke rumah duka Heaven, Pluit.
( Beritaterkini )